Tak hanya itu, Tulus mengungkapkan kondisi psikologis kliennya kini tertekan akibat teror dan pesan ancaman yang masuk melalui akun-akun anonim di media sosial.
"Ancaman langsung direct ke klien kami memang tidak ada yang menggunakan nama dan identitas jelas. Tapi melalui direct messages oleh akun-akun yang tidak jelas, ini nyata," beber Tulus.
Pihak kuasa hukum juga menyayangkan maraknya aksi perundungan yang diarahkan kepada kliennya. ANW justru disudutkan oleh publik di saat tengah memperjuangkan keadilan.
"Bagaimana ada seorang warga negara, seorang perempuan yang masuk dalam kategori kelompok rentan, sedang melapor ke polisi dan memperjuangkan hak hukumnya, malah dia mendapatkan blaming. Dia disalahkan atas peristiwa yang sebenarnya dia pun tidak menghendaki," tegasnya.
Sebagai informasi, anak angkat presenter Ruben Onsu, Betrand Peto, resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh ANW pada Sabtu, 12 September 2026 lalu. Insiden dugaan kekerasan seksual tersebut disinyalir terjadi di sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada dini hari di tanggal yang sama.
(kha)