JAKARTA - Aktor muda Ali Fikry memanfaatkan momen syuting film Bapakmu Kiper jadi ajang memoles skill bermain bola yang dimilikinya. Lantaran, dalam film ini, dia berkesempatan untuk belajar berbagai teknik dari para pemain sepak bola tarkam.
Ali mengaku memang sudah terbiasa bermain bola sebelum menjalani syuting. Karena itu, dia hanya perlu mengasah kembali kemampuan dasarnya agar terlihat lebih meyakinkan ketika berakting di depan kamera.
Proses belajar tersebut dilakukannya saat di balik layar maupun depan kamera. Bahkan, saat jeda syuting, Ali juga sering ikut bermain bola bersama para pemain tarkam yang berada di lokasi.
“Kita nggak bisa diam kalau break syuting itu, apalagi view-nya lapangan tuh nggak bisa duduk banget. Kayak lari-lari dikit, terus main sama King Polo,” ujar Ali saat ditemui usai screening film Bapakmu Kiper.
Dari para pemain tarkam, Ali mendapatkan berbagai tips yang bisa digunakan saat syuting. Salah satunya teknik menendang bola agar terlihat lebih kuat.
Dia juga mendapat kesempatan mempelajari teknik freestyle, mulai dari juggling hingga gerakan around the world.
Ali mengaku, latihan tersebut tidak hanya berguna untuk kebutuhan film saja. Namun, teknik-teknik itu juga bisa digunakannya ketikan bermain bola di luar keperluan syuting.
Selain kemampuan teknis, Ali juga harus menghadapi tantangan fisik selama proses produksi. Salah satu adegan yang cukup menguras tenaga adalah pertandingan tarkam di lapangan dengan kondisi tanah yang tidak rata.
Menurut Ali, permukaan lapangan yang memiliki bagian lebih tinggi hingga berair membuat adegan menjadi lebih menantang. Ditambah lagi adanya adegan tekel yang membuatnya sempat mengalami luka lecet.
"Lecet pasti ada. Apalagi, waktu pertandingan tarkam tanah lapangannya nggak rata. Jadi, ada yang lebih tinggi dikit, ada yang berair, terus ada juga adegan ditekel segala macam. Lecet-lecet berdarah dikit, tapi masih aman," tutur Ali.
Tak hanya adegan sepak bola, sejumlah adegan emosional bersama para pemain senior turut menjadi tantangan baginya. Untuk mengatasi hal itu, dia meyebut harus banyak berdiskusi sebelum pengambilan gambar agar dialog yang dibawakan terasa lebih kuat.
(ant)