"Kak Wisnu tuh keras banget waktu awal-awal gitu. Dan itu yang bikin aku makin enggak mau pengajian. Makanya aku selalu bilang sekarang kalau udah ngaji jangan galak-galak. Itu bikin orang makin jauh," tegasnya.
Beruntung, Teuku Wisnu kemudian bertemu dengan beberapa dai yang memberikan nasihat bijak. Ia diajarkan untuk lebih lembut dalam membimbing istri, karena cara yang keras justru tidak efektif dalam dakwah rumah tangga.
"Alhamdulillah dia ketemu sama ustaz-ustaz yang malah marahin dia. 'Enggak boleh, galak tuh salah.' Akhirnya dia berubah, baik banget. Dia bisa menemukan titik kelemahan lo, jadi akhirnya luluh," kata Shireen.
Kini, Shireen merasa sangat bersyukur karena sang suami telah berubah menjadi sosok yang sangat lembut dan merangkul. Baginya, kunci dalam mengajak seseorang dalam kebaikan yakni dengan kasih sayang, bukan dengan penghakiman.
"Perempuan tuh maunya dirangkul, bukannya disikat. Jangan nge-judge orang. Kita tuh enggak pernah tahu ending orang tuh seperti apa," tandasnya.
(kha)