Posisi kamar Awkarin yang berada di lantai atas membuat getaran gempa terasa cukup kuat. Ia kemudian memilih turun ke lantai bawah dan mencari area yang lebih luas untuk menunggu hingga situasi kembali aman.
Pengalaman tersebut membuat Awkarin mengaku panik. Terlebih, ia pernah terlibat sebagai relawan dalam kegiatan terkait gempa dan tsunami.
Sehingga dirinya memahami bahwa bencana alam seperti gempa tidak bisa dianggap sepele. Bagi Awkarin, pengalaman tersebut kembali mengingatkannya untuk lebih waspada ketika berada di tengah situasi bencana.
Meski awalnya ia sedang menikmati waktu liburan di Lombok. Ia pun memilih mencari tempat yang lebih terbuka dan aman hingga getaran gempa berakhir.
(kha)