"Itu bohong Yang Mulia, saya tidak pernah mengajak Ivan bertemu. Saya tidak pernah mengajak Ivan, tapi Ivan yang ingin menemui saya," bantah Doktif.
Ditemui usai persidangan, Doktif memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai angka fantastis tersebut. Dia menjelaskan bahwa angka yang sempat muncul sebenarnya berkaitan dengan estimasi kerugian masyarakat akibat produk yang dianggap bermasalah, bukan untuk kepentingan pribadinya.
"Saya bilang saya nggak mungkin damai. Kerugian masyarakat itu berapa? Kalau yang saya hitung-hitung itu sekitar Rp250 miliar. Nah kalau memang misalnya mau damai, ya kembalikan aja itu hak masyarakat. Maksud saya seperti itu. Kenapa jadi diputar, seolah-olah saya minta Rp250 miliar?" ungkap Doktif kepada awak media.
Persidangan ini pun berlangsung penuh ketegangan karena kedua belah pihak saling serang mengenai kredibilitas masing-masing.
Selain soal uang damai, Richard Lee juga sempat menyentil adanya dugaan aliran dana sebesar Rp800 juta dari salah satu brand kosmetik lain kepada Doktif, namun hal tersebut enggan dijawab oleh sang saksi karena dianggap tidak relevan dengan pokok perkara.
(ant)