JAKARTA - Perseteruan antara Samira Farahnaz alias Dokter Detektif dan Richard Lee makin memanas. Keduanya terlibat aksi saling sindir usai persidangan saksi di Pengadilan Negeri Tangerang pada Kamis (6/8/2026).
Kepada awak media, Doktif mengeluarkan perumpamaan pedas untuk menggambarkan keberaniannya menghadapi Richard di ruang sidang.
Dia tak gentar meski pihak terdakwa mengklaim memiliki puluhan pertanyaan untuk menyudutkannya. Doktif justru menantang balik dan optimistis bahwa kebenaran akan segera terungkap melalui bukti-bukti dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kalau dia tadi pelurunya ada 90, kalau Doktif mah nggak usah besar-besar. Bebek itu menyerangnya bergerombol. Doktif serigala! Cukup satu, tapi Doktif bisa babat semua, 150, 200 pertanyaan pun Doktif siap!" tegas Doktif.
Doktif juga membongkar dugaan pencitraan palsu dari Richard Lee.
Dia kembali menyoroti tindakan Richard yang menjual serum penumbuh rambut, namun dia sendiri justru menggunakan rambut palsu (wig).
"Apakah persaingan bisnis jika saya membongkar kejahatan? Misal, DRL menjual serum penumbuh rambut sementara dia menggunakan wig. Itu membongkar penipuan! White Tomato tidak ada tomat putihnya, saya bongkar. Ini kejahatan!" kata dia.
Doktif kemudian menegaskan bahwa BPOM telah menyatakan adanya pelanggaran serius. Dia menyebut tindakan Richard yang melakukan relabeling dan overclaim sebagai bentuk manipulasi terhadap para konsumen.
"Bahwa yang menyampaikan itu adalah BPOM. Pelanggaran Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jadi kalau masalah pasal, yang disalahkan adalah penyidik dan BPOM, bukan saya," tutur Doktif.
Dalam wawancara terpisah, kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantah seluruh tudingan Doktif.
Bahkan, Faizal mencium adanya rekayasa dan kebohongan yang disampaikan oleh saksi-saksi di dalam persidangan.
Oleh karena itu, dia berencana untuk mematahkan tuntutan dengan puluhan pertanyaan mendalam pada sidang berikutnya.
"Tadi kami saksikan memang banyak sekali hal-hal yang janggal, ada kebohongan-kebohongan. Kami masih menyiapkan sangat banyak pertanyaan dan sangat detail. Tadi baru sampai 30 pertanyaan, kami masih ada sampai 95 untuk mengungkap kebenaran," ujar Faizal.
(ant)