Eross Candra menambahkan, “Secara pribadi, aku memang kurang suka ngomong banyak ya. Tapi kalau di radio kan memang sudah kayak teman lama ya kalau masuk kantor radio. Ngomong banyak itu terlalu PR (tugas berat) buat aku.”
Bagi Eross Candra, kesetiaannya pada radio menjadi bentuk apresiasi yang tak lekang oleh waktu. Ia bahkan berkelakar, tanpa bantuan radio di masa lalu, nasibnya kini mungkin akan berbeda. “Mungkin kalau enggak ada radio mungkin saya jadi guru Taekwondo sekarang," tuturnya.*
(SIS)