Habiskan Uang Rp4 Miliar, Rachel Vennya Mengaku Kaget Rumahnya Malah Ingin Dijual Okin

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Senin 06 April 2026 19:54 WIB
Rachel Vennya
Share :

JAKARTA - Pengacara selebgram Rachel Vennya, Sangun Ragahdo membeberkan, kliennya mengaku kaget saat mendapatkan informasi rumahnya itu didatangi orang tak dikenal untuk diukur-ukur, ada surat peringatan dari pihak Bank, hingga hendak dijual mantan suaminya, Niko Al Hakim atau Okin.

"Kok malah sekarang ada orang datang ke rumah, ada yang ngukur-ngukur, ada yang melihat-lihat, kalau begitu kan kasihan adiknya Rachel, saudaranya pasti tidak nyaman. Di mana komitmennya sejak awal, ternyata ini rumah sekarang sudah ada surat peringatan dari Bank, dan ada info rumah ini akan dijual, yang mana  sudah pasti Rachel kaget," ujarnya pada wartawan, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, tahun 2017 silam Rachel dan Niko awalnya menikah hingga akhirnya dikaruniai 2 orang anak. Seiring waktu, keduanya membeli rumah di Jalan Bank kawasan Kemang atas nama Niko, yang dibeli secara menyicil melalui KPR dengan nilai cicilan sekitar Rp52 juta.

"Tujuan utama membeli rumah itu, berdasarkan keterangan Rachel, rencana awalnya sebagai rumah pertama, rencananya akan menjadi rumah masa depan anak-anak. Sudah wajar orang tua mempersiapkan rumah untuk anaknya," tuturnya.

Dia menerangkan, rumah yang dibelinya itu sudah tergolong tua atau sudah lama sehingga kliennya melakukan renovasi. Renovasi itu bahkan sampai menghabiskan uang sebesar Rp4 miliar kala itu.

"Akhir renovasi menghabiskan uang tidak kurang itu Rp3-4 miliar dan itu telah dibayar lunas oleh Rachel terkait dengan renovasi rumahnya. Nah, kita juga tahu, 2021 terjadilah perselisihan akhirnya diputus cerai," ungkapnya.

Dia menjabarkan, di tahun 2021 silam, Rachel dan Niko mengalami perselisihan hingga akhirnya keduanya bercerai di PN Agama Jakarta Selatan. Pasca cerai, tak ada permasalahan apapun karena keduanya ingin bercerai baik-baik.

"Jadi, tidak ada ribut masalah hak asuh anak dan gono-gini, pada saat putusan tidak ada. Namun tidak sampai sebulan atau sebulan, di bulan Maret itu terjadilah kesepakatan dari kedua pihak," terangnya.

Dia menerangkan, salah satu kesepakatan itu tentang rumah yang kini menjadi masalah, Rachel mempersilahkan Niko mengambil rumah itu dengan syarat Niko harus meneruskan cicilannya. Lalu, Niko harus memberikan nafkah untuk anaknya dengan kesepakatan Rp50 perbulannya.

"Itu merupakan kewajiban seorang ayah untuk menafkahi anaknya, suda sepakat, oke. Seiring berjalannya waktu, ternyata terkait nafkah yang sudah disepakati itu, kewajibannya seorang ayah, istilahnya mandat itu tidak dibayarkan untuk nafkah anak tersebut," jelasnya.

Lantas, papar Sangun, tak hanya tidak memberikan nafkah anak, tapi juga Niko beberapa kali tak membayarkan uang cicilan rumah tersebut hingga mendapatkan peringatan dari Bank. Keduanya lalu kembali bersepakat, rumah tersebut kembali diberikan pada Rachel dengan catatan Niko tak lagi harus memberikan nafkah anak dan Rachel merelakan Niko tak memberikan uang Mut'ah, tapi tetap membayarkan cicilan rumah.

"Terkait  rumah ini ternyata belum layak ditempati, ada masalah hewan, ada masalah, tidak terawat lah, tapi Rachel karena sudah merasa, oh yaudah nih rumah kan sudah buat saya nih, okeh lah direnof (renovasi kembali) sama Rachel. Renoff juga nilainya cukup banyak ya, tidak sedikit, menghabiskan uang tidak kurang dari Rp500 juta," paparnya.

Adapun soal pengalihan hak rumah, ungkapnya, belum bisa dilakukan lantaran sertifikat rumah itu masih berada di Bank mengingat KPR cicilan rumah pun masih berjalan. Rachel merupakan tulang punggung keluarga, yang mana dia juga menghidupi adik dan saudaranya sehingga adik dan saudaranya itu diajak tinggal di rumah tersebut.

"Ditempati, perjalanan waktu itu mungkin di tahun 2025, ternyata mulai timbul masalah, setelah rumah ini direnoffasi sedemikian rupa sudah layak huni kok cicilan malah mandek yang gimana sudah dijanjikan (Niko) akan dibayar semua setiap bulannya," terangnya.

"Kok makin serius masalah ini, info dari klien adalah win-win solution untuk menjual rumah sampai saat ini belum ada kesempatan seperti itu. Kita mau luruskan ini Rachel ingin mencari keadilan, Rachel ingin menuntut hak, hak anak-anak, bukan hak Rachel. Ini terkait tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya bagaimana," kata Sangun lagi.

(kha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya