JAKARTA - Wardatina Mawa melalui kuasa hukumnya mengungkap syarat jika Insanul Fahmi dan Inara Rusli ingin menyelesaikan kasus dugaan perzinaan secara damai atau restorative justice (RJ).
Dharma Praja Pratama mengatakan, Mawa masih menunggu itikad baik Insanul mendatangi keluarganya. "Sampaikan permintaan maaf itu secara langsung di hadapan keluarga," ujarnya.
Lebih jauh, Dharma menilai, kedatangan Insanul kepada keluarga Mawa menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Jika terjadi, Dharma memastikan, keluarga Mawa akan menyambut baik kedatangan Insanul.
"Ya kalau memang ada itikad baik dari saudara Insanul, silakan datang. Nanti pasti diterima dengan baik. Datangi Mawa dan keluarganya," tuturnya.
Di lain pihak, Insanul Fahmi menyatakan kesediaannya untuk mendatangi keluarga Wardatina Mawa di Medan dan meminta maaf secara langsung. Dia memastikan, akan memenuhi syarat yang diajukan oleh istrinya tersebut.
Namun permintaan maaf tersebut tak serta merta membuat Wardatina Mawa mencabut laporan dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang dilaporkannya atas Insanul dan Inara.
Hingga 8 Januari 2026, Kombes Reonald Simanjuntak, Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya mengatakan, pihaknya belum menerima surat damai dan pencabutan laporan dari ibu satu anak tersebut.
Artinya, belum ada pertemuan dan kesepakatan damai yang dicapai kedua belah pihak. Dengan begitu, maka penyidik Polda Metro Jaya akan memproses lebih lanjut laporan Wardatina Mawa tersebut.
"Saat ini, penyidik akan menjadwalkan tanggal gelar perkara untuk kasus perzinaan tersebut," tutur Reonald.