Sesi “Ekspresi Kita” ini dipandu Dr. Ngatawi Al Zastrouw dan diakhiri dengan kolaborasi Once Mekel bersama enam mahasiswa yang menyanyikan lagu “Menaklukkan Dunia” sebagai simbol bahwa musik dapat menembus batas identitas institusi dan menjadi penyatu lintas generasi.
Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS” mencapai puncaknya pada malam hari melalui Konser Musik Kebangsaan bertema “Musik Perajut Jiwa” di Lapangan Mini Stadion USU.
Sesi konser menampilkan rangkaian kolaborasi artistik—dari talenta regional D’Lanun, Alffy Rev bersama Once Mekel, Shanna Shannon dan Novia Bachmid, Ki Ageng Ganjur (KAG) dengan Once Mekel, Shanna, Dwiki Dharmawan dan Slank hingga sesi konser penuh Slank.
Konser ditutup dengan narasi kebangsaan yang disampaikan oleh Dr. Ngatawi Al Zastrouw sebelum penutupan oleh MC. Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT menegaskan bahwa generasi kampus bukan sekadar konsumen identitas, tetapi subjek produksi nilai-nilai kebangsaan.
“Generasi kampus adalah generasi yang tidak hanya membaca masa lalu, tetapi memaknai Indonesia sebagai ruang yang sedang dibentuk dan ditulis setiap hari. Musik, inovasi, dan riset adalah bahasa yang mereka pakai untuk menafsir bangsa. MRPTNI ingin memastikan energi itu terkawal dan bertumbuh,” ujar Prof. Eduart.
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa kampus adalah ruang hidup kebangsaan, tempat karakter kebangsaan tidak dihafal, tetapi dipraktikkan melalui kerja akademik, riset, dan kreativitas.