“Jadi mereka itu, 25 orang setiap bulan arisan dengan menyetor Rp10 juta. Setiap bulan dikocok siapa saja namanya yang dapat, itu bergiliran selama dua tahun,” terang Putri Maya Rumanti setelah membuat laporan di Polda Metro Jaya.
“Ini sudah berjalan 20 bulan dan masih ada lima orang lagi yang belum dapat. Di pertengahan sudah mau selesai, si bandar ini menghilang,” lanjutnya.
Alda Augustine sendiri mengaku sebelumnya sudah mengenal Hans Virgoro secara dekat, karena itulah ia percaya dan berani bergabung pada arisan tersebut.
“Kita ini sudah berteman dekat lama, tapi di tengah-tengah dia menghilang. Arisan ini harusnya dua tahun, sudah berjalan 1,5 tahun, tiba-tiba bandar ini menghilang,” ujar Alda.