JAKARTA - Melissa Aryani, istri Choky Sitohang menuturkan kisah di balik keputusannya keluar dari Islam dan memeluk agama Kristen. Kepada Daniel Mananta, dia menegaskan, keputusan itu tak ada sangkut pautnya dengan sang suami.
Perkenalan Melissa dengan Kekristenan bermula ketika dia mengalami titik jenuh dengan pekerjaannya sebagai pramugari, pada 2003. Perasaan itu kemudian membawanya pada kesepian dan kekosongan hidup.
“Mungkin saat itu, banyak orang ingin ada di posisi aku. Jadi pramugari, terbang ke luar negeri, pulang sebentar ke Bali, lalu bersantai. Manusia memang tak ada puasnya ya," katanya dikutip dari Daniel Mananta Network, Minggu (17/4/2022).
Di tengah rasa sepi itu, Melissa kemudian memutar kaset instrumental lagu rohani Kristen milik teman sekamarnya. Lagu itu selalu diputarnya saat dia merasa sepi dan lelah dengan rutinitas pekerjaannya.
Dari kebiasaan itu, dia merasa digerakkan untuk membaca Alkitab yang berada di tumpukan buku milik temannya. Dia mulai membaca Perjanjian Lama dan menemukan kesamaan kisah dengan apa yang dibacanya selama ini.
Merasa tidak enak selalu meminjam milik temannya, Melissa membeli sendiri Alkitab untuknya. Dia kecanduan dengan setiap ayatnya dan mengibaratkannya seperti membaca sebuah novel.
Hal itu membuat ibu tiga anak tersebut selalu membawa Alkitab kemanapun dia pergi, termasuk ketika harus bekerja. “Aku menikmati semua prosesnya. Pulang terbang, berdiam diri di kamar dan mendengarkan lagu rohani sambil membaca Alkitab. Entah bagaimana, aku merasakan ketenangan,” tuturnya.
BACA JUGA: Ayah Mertua Meninggal Dunia, Choky Sitohang Sedih dan Hancur
Keputusan Mengikut Yesus
Melissa Aryani membutuhkan waktu 6 bulan untuk membaca seluruh isi Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Dia mengaku, ada banyak ayat yang tak bisa dipahaminya kala itu, namun dia memutuskan untuk tetap membacanya.
Dari situ, dia kemudian mulai mengikuti ibadah di salah satu gereja di Bali. Pengalaman itu, membuat dia yakin memilih Kristen sebagai agama barunya. Pada 2003, dia mendeklarasikan imannya sebagai seorang Kristen dengan dibaptis.
“Saat itu, usiaku masih sangat muda, awal 20-an. Itu keputusan yang sulit tapi sekaligus melegakan. Pada akhirnya aku belajar, iman itu adalah hubungan pribadi kita sama Tuhan bukan karena diwariskan,” katanya lagi.
Pada akhir keterangannya, Melissa Aryani sekali lagi menegaskan bahwa perkenalannya dengan Yesus bukan karena pengaruh sang suami. “Aku jadi Kristen tahun 2003. Sedangkan kami baru berkenalan pada akhir 2005.”*
(SIS)