Meski ditolak karena warna kulit, Zoe tak menuding adanya rasisme di balik keputusan tersebut. Ia hanya berusaha menyampaikan betapa sulitnya menjadi aktris dengan darah Afrika Amerika untuk menemukan peran yang cocok.
“Aku tak ingin menuding mereka rasis, karena aku yakin mereka tak berusaha menyakiti hati siapapun. Aku hanya memberi gambaran tentang nasib perempuan kulit hitam di industri Hollywood kala itu,” ucapnya.
Dalam film The Batman sendiri, Zoe sempat mendapat porsi dialog yang menyerempet topik diskriminasi atas warna kulit dan menyentuh hati para penonton. Adegan tersebut pun berhasil membuat film The Batman tampak lebih realistis di tengah kelamnya cerita yang ditulis oleh Matt Reeves.
Dibintangi Robert Pattinson, Zoe Kravitz, Paul Dano, dan Colin Farrell, The Batman kini sudah tayang di bioskop.
(aln)