JAKARTA - Grup band indie, Amigdala, akhirnya buka suara atas tudingan tindak kekerasan yang terjadi di dalam tubuh mereka. Mereka menyampaikan sikapnya di Instagram.
Sikap Amigdala dipaparkan dalam tiga poin. Dalam sikap tersebut, Amigdala meminta agar Aya Canina selaku korban kekerasan dapat menerima keadilan.
Adapun 3 poin yang disertakan Amigdala sebagai berikut.
1. Amigdala berkomitmen akan memenuhi tuntutan yang diberikan oleh penyintas kepada kami;
2. Amigdala berkomitmen untuk berpihak secara penuh kepada penyintas termasuk memberikan ruang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual;
3. Amigdala mendukung penuh pilihan penyintas untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan.
Lebih lanjut, Amigdala mengakui kesalahan mereka karena abai dengan kasus dugaan kekerasan yang dialami Aya Canina. Karenanya, grup band yang terbentuk sejak 2017 ini mengaku akan kembali memperbaiki diri.
Dalam tulisannya, Amigdala mengakui adanya keabaian pihak internal. Amigdala juga mengaku bakal berkomitmen untuk memperjuangkan hak korban kekerasan.
"Kami mengakui bahwa kami telah abai dan membiarkan kekerasan terjadi sekian lama dalam tubuh kami, maka dari itu kami berkomitmen untuk belajar dan menyikapi kasus kekerasan seksual secara serius dan mengutamakan pemenuhan hak-hak penyintas," tulis Amigdala dikutip dari akun @musikamigdala, Jum'at (11/2/2022).
Tak berhenti disitu, Amigdala juga mengklaim akan memerangi kekerasan terhadap kaum hawa.
"Kami juga berkomitmen untuk tidak lagi melakukan kelalaian dan pengabaian dan juga memastikan tidak ada lagi kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kami," tulisnya lagi.
Amigdala dalam tulisannya, juga berencana membentuk panduan penanganan kekerasan seksual. Mereka juga akan melakukan klarifikasi nilai guna mencegah terjadinya hal serupa.
"Selain itu, kami akan secara serius untuk membentuk panduan penanganan kekerasan seksual dan juga, melakukan klarifikasi nilai agar ke depannya kami tidak abai dan lalai dalam menyikapi kejadian serupa," tegasnya.