Lebih lanjut, Mayong mengatakan bahwa Maura masih bergulat dengan cita-cita dan keinginanya. Mayong memprediksi bahwa sikap anaknya yang mungkin memendam semua persoalan yang dimilikinya seorang diri, serta tuntutan fisik yang berat menyebabkan tubuhnya menjadi lemah sebelum meninggal
“Mungkin persoalan dia sendiri yang mungkin ia pendam. Dan dia lebih banyak hidup serta happy dengan teman-temannya. Selain itu, beban atau mungkin keharusan tubuhnya menopang pikiran, hidup malam, kurang tidur dengan pressure dan segala macam ternyata jatuhnya membuat dia tidak kuat,” tuntasnya.
(dwk)