Gerard mengakui, menulis lagu, seperti latihan gitar. Meski ada dalam satu hari, dia bisa tidak dapat lirik dan lagu. Tapi, yang paling utama, menurut dia, tugas penulis lagu adalah men-chapter trigger pertama. Dapat sound baru dan seterusnya.
"Inspirasi tidak harus main game, anime dan nonton bola akhirnya, tapi bisa dari musik itu sendiri. Penulis lagu harus suka dengan apa yang dihasilkannya. Dan harus sadar dengan keputusan yang dia ambil," katanya.
Soal membuat lagu komersil, catchy sehingga diharapkan diterima masyarakat. Bagi Nino dan Gerard, tidak ada kiat tertentu. Karena menurut mereka berdua, dalam membuat lagu, memasukkan unsur komersial, baik dari segi melodi dan reff, misalnya, tidak ada formulasi pastinya. "Cukup menulis sejujur jujurnya," kata Nino.
Visi komersil seseorang adalah hasil manifestasi musik yang didengar. "Atau hook dalam kasus gue pribadi. Apakah lagu ada hooknya atau tidak, itu urusan nanti. Gue tidak pernah menyeting hook nya. Selama gue nyaman bikin lagu, jangan terlalu dipikirkan hook-nya, nanti ketemu sendiri. Sepanjang lagu yang gue ciptakan, itu hook keluar dengan sendirinya. Apapun yang keluar pertama kali dari mulut gue, itu yang terbaik. Itu akan menjadi sesuatu yang berdaya. Yang akhirnya mendatangkan ketertarikan," terang Nino.
(aln)