"Vaksin itu menginjeksikan si virus mati itu atau apapun istilahnya. Sistem imun kita diperkenalkan, sehingga ketika amit-amit suatu hari kita positif gejalanya tidak akan seperti waktu kita tidak divaksin," katanya.
"Dan ini secara klinis terbukti orang-orang yang berakibat fatal menurun kemungkinan mereka dirawat di rumah sakit menurun. Jadi seenggaknya udah divaksin dan kena gejala beratnya akan jauh lebih berkurang atau nihil," sambungnya.
Sehingga Ernest pun menyiratkan seseorang yang sudah divaksin juga harus tetap taat protokol kesehatan. Terlebih ketika dirinya tak sadar terkena virus justru membawa virus kemana-mana.
"Walaupun sudah divaksin tetap bisa positif, artinya masih bisa menularkan. Ini hal sederhana yang kayanya orang belum ngeh dan diberbagai vaksinasi tidak ada edukasi," katanya.
(aln)