Ya, dalam keterangan foto yang dibagikan Anne Avantie belum lama ini, dia bercerita mengenai kebaya tersebut.
"Ada rasa haru yang mendalam ketika Krisdayanti menghubungi saya 1 hari sebelum lamaran," awal cerita Anne Avantie. Dia kemudian menceritakan momen komunikasi tersebut.
"Bun, anakku, Aurel Hermansyah, meminta aku hadir pada saat lamaran besok," kata KD ke Anne Avantie. Menurut penuturan Anne, KD mengatakan kalimat itu dengan suara terbata-bata.
Baca Juga:
Hampir Setengah Abad, Body Krisdayanti Masih Bikin Iri Deh
Lalu, KD menjelaskan bahwa busana di acara lamaran itu bernuansa ungu. "Aku enggak bisa mikir, cuma bersyukur. Enggak bisa mikir pakai apa," tulis Anne menjelaskan perasaan KD kala itu.
Kemudian, Anne Avantie bilang ke KD, "Oke saya buatkan dalam 1 hari 24 jam untuk seorang ibu yang bahagia."
Namun, kendala itu muncul, di saat Anne Avantie sudah merencanakan untuk pergi ke Jakarta pada pukul 12 siang naik kereta dari Semarang, tiba-tiba konsep busana harus berubah. Itu karena pernyataan lanjutan KD yang mengatakan bahwa kebaya-nya tidak boleh kebaya klasik.
"Subuh-subuh dapat kabar bahwa tidak boleh kebaya klasik. Saya lemas. Pukul 7 pagi (hari libur), saya masukkan karyawan dan dari jam 9 pagi hingga 10.30 malam, kami mengubah konsep menjadi bukan kebaya klasik," cerita Anne.
Nah, di jam 22.30 setelah busana selesai, Anne Avantie langsung berangkat ke Stasiun Tawang untuk membawa kebaya untuk seorang ibu yang bahagia karena putri terkasihnya lamaran. "Itu sekilas kisah di balik hari bahagia seorang ibu dan putrinya," kata Anne Avantie.
(aln)