LOS ANGELES - Kecintaan fans berujung tragis bagi seorang Selena Quintanilla. Sang penyanyi Latin itu harus meregang nyawa di tangan penggemarnya sendiri.
Pada 31 Maret 1995, Selena Quintanilla tewas di sebuah hotel di kawasan Corpus Christi, Texas, Amerika Serikat. Dia ditembak oleh Yolanda Saldivar yang tak lain ketua kelompok penggemar Selena pada masa itu.
Hubungan Selena dan Yolanda sendiri mulanya sangat baik. Mengutip Radar Online, Yolanda mulai mengidolakan Selena setelah menyaksikan salah satu aksi panggungnya di Texas, Amerika Serikat.
Dari pertemuan usai pertunjukan tersebut, kedekatan Yolanda dengan Selena terjalin semakin erat. Hingga akhirnya Yolanda diangkat sebagai ketua kelompok penggemar Selena sekaligus manajer butik yang dikelola oleh sang penyanyi.
Baca juga: Lagu Baru Selena Dirilis 20 Tahun Setelah Kematiannya
Namun tak lama setelahnya, Yolanda Saldivar harus menerima kenyataan pahit dipecat dari pekerjaannya sebagai manager butik Selena. Keluarga Selena merasa Yolanda tidak bisa mengelola bisnis butik mendiang yang kala itu masih berusia 23 tahun.
Tak hanya itu, keluarga Selena juga menuding Yolanda membawa lari uang hasil bisnis butik sang penyanyi. Tak terima dengan tuduhan tersebut, penggemarnya itu pun menjadi gelap mata. Dia menembak Selena menggunakan pistol yang dibelinya 2 pekan sebelum aksi pembunuhan.
Hingga saat ini, Yolanda Saldivar kabarnya masih menjalani masa hukuman karena perbuatan kejinya tersebut. Oleh pengadilan, Yolanda dijatuhi pidana penjara seumur hidup.*
Baca juga: Ternyata, Marion Jola Pernah Menangis karena Brisia Jodie
(SIS)