Topik kecintaan terhadap Indonesia dari tanah perbatasan merupakan sebuah tema menarik yang lantas membuat Pevita menerima tawarannya.
"Mungkin dengan ada di daerah sana itu berbeda dengan di Jakarta tapi buat aku ini sebuahh eye opening bahwa di Indonesia masih banyak tempat-tempat yang unik. Dan culture itu menurut aku penting disebarluaskan," kata Pevita dalam peluncuran poster Rumah Merah Putih di Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).
Kesulitan terbesar yang dirasakan oleh Pevita dalam film ini adalah faktor bahasa. Ia harus mempelajari bahasa daerah demi memaksimalkan aktingnya.
"Aku juga mendapatkan bantuan dari guru yang di sana namanya Kakak Nato untuk bisa belajar bahasa Belu. Karena kita tahu Indonesia itu kaya sekali akan budaya jadi setiap kota walaupun satu daerah bahasanya beda," pungkas Pevita Pearce.
(aln)