JAKARTA – Beberapa waktu lalu, putri sulung pasangan Jevier Justin dan Tiffany Ory harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kejang-kejang. Setelah keadaan sang anak mulai membaik, Jevier pun bercerita mengenai kondisi sang putri, Shannuel Favory Justin yang sebenarnya.
Baca Juga: Berangkat Haji, Kartika Putri Minta Doa
Melalui akun Instagram pribadinya, ayah dua anak itu mengunggah sebuah video yang memperlihatkan Shannuel tengah berbaring di sebuah ranjang rumah sakit. Selang infus pun terlihat menempel di tangan balita berusia 2 tahun tersebut.
Dikabarkan Jevier sebelumnya, sang putri mengalami kejang-kejang. Hal tersebut memang rawan terjadi mengingat Shannuel mengalami celebral palsy.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BmaGGW0g7ZL/?utm_source=ig_embed" data-instgrm-version="9" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BmaGGW0g7ZL/?utm_source=ig_embed" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">. SHANNUEL . Beberapa hari lalu Shannuel, anak sulung ku telah masuk ICU krn kejang . Apa penyebabnya? Kita ga pernah tau kalo blm EEG. Mungkin krn virus. Mungkin krn kecapean therapy. Sedangkan therapy sendiri menjadi dilemma utk kita. Di satu sisi kami mau kejar golden age nya Shan, agar dia bisa jalan secepatnya dgn therapy maksimal. Krn kata dunia kalo golden age sdh lewat dan anak blm bisa jalan, hampir mustahil si anak bisa berjalan lagi . Tapi kita tau Tuhan Yesus adalah Tuhan diatas segala kemustahilan. Shan fisio therapy dari jam 9 pagi - 4 sore, dari senin sampai jumat. Shan makan, minum semuanya di therapy. Bahkan stlh pulang ke rumah pun msh bnyk PR utk therapy, even stlh tdr, shan msh di therapy in oleh susternya . Bayangkan kita fitness 2 jam saja sudah pegel nya minta ampun. Apalagi berjam-jam spt Shan. Tp shan ga pernah ngeluh, dia selalu tersenyum menghadapi semua “siksaan” therapy dgn alat-alat yg membuat org dewasa ketakutan . Hanya kadang-kadang menangis ketika sakitnya sdh tak tertahankan. Seakan-akan minta tolong “Daddy, mommy help me”. Mungkin dia sendiri bertanya knp dia ga bisa seperti anak-anak pd usianya berlari dan bermain? Knp dia hrs setiap hari ke therapy? Knp dia blm bisa lakukan apa yg anak-anak lain lakukan? . Daddy ga bisa jawab. Hanya bisa berkata “Tuhan Yesus baik. Semua rencana Tuhan mendatangkan kebaikan. Dan semua pencobaan atau ujian sdh disaring sm Tuhan Yesus, yg ga akan melebihi kekuatan kita. Jd Shan yg tabah ya nak. Mungkin Shan ga ngerti skg, tp one day Shan pasti paham. Tak tersembunyi kuasa Allah, kalau lain ditolong, Shannuel juga. Tangan Nya terbuka, menunggulah” . Dan shan hanya bisa mencoba utk terus berdiri walau selalu jatuh krn kaki nya blm kuat. Aku melihat roh dan jiwa nya sangat bersemangat, dan shan ga sadar bahwa dia msh punya kelemahan dan keterbatasan. Makanya setiap kali terjatuh, dia langsung coba utk bangkit lagi . Di sisi lain kalo kita ga therapy, bisa jadi semakin lama Shan akan semakin kaku. Dan kalo sdh menjadi kaku, jangankan berjalan, bergerak saja akan sangat susah. Bukankah iman tanpa perbuatan adalah mati? Iman kami adalah KESEMBUHAN TOTAL SHAN. Perbuatan kami adalah BERDOA & THERAPY .</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/jevierjustin/?utm_source=ig_embed" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Jevier Justin</a> (@jevierjustin) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-08-13T05:42:46+00:00">Aug 12, 2018 at 10:42pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
Dalam unggahan terkini, Jevier menceritakan berbagai terapi yang harus dilakukan Shannuel. Dalam satu hari saja, gadis kecil itu harus menjalani rangkaian terapi selama kurang lebih tujuh jam. Kelelahan yang dialami Shannuel sebagai dampak terapi pun dapat menjadi salah satu penyebab dirinya mengalami kejang-kejang.
“Shan fisioterapi dari jam 9 pagi sampai 4 sore, dari Senin sampai Jumat. Shan makan, minum semuanya di tempat terapi. Bahkan setelah pulang ke rumah pun masih banyak PR untuk terapi, walaupun setelah tidur, Shan masih diterapi oleh susternya,” ujar Jevier dalam unggahannya seperti dikutip Okezone, Selasa (14/8/2018).
Melihat rangkaian terapi yang harus dijalani sang putri, Jevier pun membandingkannya dengan kegiatan fitness yang umumnya dilakukan kebanyakan orang. Dua jam melakukan fitness saja sudah membuat seseorang kelelahan, hal tersebut lah yang juga dialami oleh Shannuel, bahkan ia melakukannya sepanjang hari. Kendati demikian, Shannuel tidak pernah mengeluh.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BmR9WEcgDTr/?utm_source=ig_embed" data-instgrm-version="9" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BmR9WEcgDTr/?utm_source=ig_embed" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">. PLEASE PRAY FOR SHANNUEL FAVORY JUSTIN. Tadi pagi kejang-kejang dan skg dirawat di UGD. Anak dgn cp sangat rawan kejang, dan jika sdh kejang ada kemungkinan mengalami kemunduran . Please doa utk kesembuhan Shan. Bilur-bilur Tuhan Yesus yg menyembuhkan Shan.</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/jevierjustin/?utm_source=ig_embed" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Jevier Justin</a> (@jevierjustin) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-08-10T01:52:21+00:00">Aug 9, 2018 at 6:52pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
“Hanya kadang-kadang menangis ketika sakitnya sudah tak tertahankan. Seakan-akan minta tolong ‘Daddy, mommy tolong aku’. Mungkin dia sendiri bertanya kenapa dia enggak bisa seperti anak-anak pada usianya berlari dan bermain? Kenapa dia harus setiap hari ke terapi? Kenapa dia belum bisa melakukan apa yang anak-anak lain lakukan?” lanjut presenter 31 tahun ini.
Baca Juga: Disinggung Soal Rio Haryanto, Yuki Kato Pilih Bungkam
“Dan shan hanya bisa mencoba utk terus berdiri walau selalu jatuh krn kaki nya blm kuat. Aku melihat roh dan jiwanya sangat bersemangat, dan Shan enggak sadar bahwa dia masih punya kelemahan dan keterbatasan. Makanya setiap kali terjatuh, dia langsung coba untuk bangkit lagi,” pungkasnya.
Fisioterapi menjadi jalan yang ditempuh Jevier dan Tiffany demi perkembangan si sulung. Sebab, apabila Shannuel tidak menjalankan terapi, maka tubuhnya akan semakin kaku dan sulit untuk berjalan.