Tidak banyak suara di film ini kecuali untuk musik latarnya. Sepanjang film, para pemainnya minim berdialog dengan suara. Hampir 90 persen komunikasi di film ini menggunakan bahasa isyarat.
Tak hanya komunikasi, untuk makan pun, keluarga ini tidak menggunakan piring keramik atau plastik, tapi menggunakan daun untuk meminimalisasi suara. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak memakai sepatu atau alas kaki untuk beraktivitas dan harus melangkah dengan hati-hati agar tidak menginjak benda yang bisa menimbulkan suara.
Inilah yang membuat film ini jadi menarik. Kediaman para pemainnya membuat ketegangan film ini terus menerus memuncak. Kediaman ini jugalah yang akan membuat para penonton untuk terus fokus pada jalannya film ini. Penonton seolah tak diberi ruang untuk bernapas selama menyaksikan film ini. Bahkan, hingga menit terakhir, film ini pun tetap menyisakan ketegangan.
Unsur lain yang membuat film ini semakin menarik adalah drama keluarga di dalamnya. Tak hanya mengeksplorasi ketakutan pemainnya terhadap suara, film ini juga menyajikan ikatan kuat keluarga Abbott dalam menghadapi masalah yang mengintai kehidupan mereka. Jika film horor jarang menimbulkan keharuan pada penontonnya, maka Anda mungkin akan merasakan keharuan di film ini.
(aln)