Dia menilai, tokoh-tokoh politik yang ditampilkan juga sangat proporsional. Artinya, berada dalam posisi netral, dan tidak ada keberpihakan membela salah satu pihak.
Kata Ardi, hal yang dapat diambil dari peristiwa 98 adalah reformasi mampu menumbangkan rezim Soeharto yang dikenal otoriter. Ardi mengaku saat menonton film ini serasa dibawa kembali ke masa 1998.
"Wah, iya, teman saya saat nonton adegan mahasiswa ditembak langsung bereaksi. Saya pun ikut larut dalam alur filmnya," kata Ardi.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, film itu mendapat pengetahuan yang baru, pengetahuan yang tadinya sempat terlupakan menjadi diingatkan kembali.