JAKARTA- Kuasa hukum Didi Soekarno, Sapta Simon menganggap permintaan Garneta Haruni yang meminta uang mut'ah Rp1 miliar merupakan hal yang berlebihan.
"Uang mutah itu berlebihan sekali. Selama ini Neta itu kan yang menafkahi Didi juga. Itu bisa dibicarakan, tapi kalau sampai dikalkulasikan jumlahnya, masuk akal tidak angkanya," kata Simon saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013).
Sebelumnya, angka Rp1 miliar itu muncul karena Didi dinilai merupakan seseorang yang dinilai mampu dan memiliki status sosial yang tinggi. Namun begitu, pihak Didi berjanji akan memberikan uang mutah meski jumlahnya tidak sebesar yang diminta.
"Bukan masalah kedudukan atau status sosialnya Didi. Akan diberikan, tapi besarannya tidak seperti itu," kata Simon.
Senada juga diucapkan oleh tim kuasa Hukum Didi lainnya, Gustav Malembout, yang menilai justru sikap Garneta dengan meminta uang mutah sebesar Rp 1 Miliar dan harta bersama dapat dinilai sebagai wanita yang materialistis
"(Matre) Banget. Pernikahan baru empat sampai lima bulan sudah ada masalah, hingga dia (Didi) sampai nyamperin Surabaya. Tapi enggak mau juga. Sampai bertemu dengan ibu Mega, dia (Garneta) malah bilang mau bercerai," sambut Gustav.
(rik)