JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tak segan-segan melayangkan surat teguran bagi program acara yang masih "bandel" menampilkan tontonan vulgar, atau kalimat yang menyinggung SARA. Karena hal itu, Andhika mengaku tidak takut saat menjadi presenter.
Namun, dia menghindari bercandaan yang menyangkut aib seseorang. Karena menurutnya, jika masih ada presenter yang menggunakan bahan bercandaan dari aib salah satu presenter lain, itu bukan hal yang lucu.
"Ngeri sih enggak. Aku dalam joke enggak ada kehidupan pribadi yang dinaikin, enggak ada aib masing-masing yang kita angkat. Karena kita udah saling kenal udah lama, jangan dijadikan bahan itu buat lawakan. Buat orang lain bisa ketawa, tapi buat diri kita itu kan enggak lucu. Jadi kita punya komitmen, kita jaga, banyak anggapan aib bisa dijadikan bahan lucu-lucuan. Masih banyak kok bahan buat ngelucu, tapi bukan aib kita," papar Andhika, saat berbincang dengan Okezone, di Gedung Hign End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Andhika berpendapat, dari sikap pengawasan KPI, lembaga tersebut sangat frontal dan langsung tersebar di media. Seharusnya teguran tersebut bisa dijadikan komunikasi yang baik agar penggarap program televisi bisa lebih baik lagi membuat program berkualitas bagi masyarakat.
"Justru ini membawa impact yang baik, biar semua tayangan makin variatif dan edukatif. Cuma kalau sekarang semua lebih frontal, si A bikin salah, terus ditunjuk. Ada baiknya duduk bareng dulu, sosialisasi. Panggillah orang-orang TV, diskusi, nyikapinnya gimana caranya," tandas presenter acara musik ini.
(ega)