JAKARTA - Maraknya perampokan bersenjata membuat Ahmad Dhani turut bersuara. Kata bos Republik Cinta Manajemen ini, tidak mungkin pelakunya cuma orang biasa.
"Kalau saya sih enggak percaya itu dilakukan orang awam. Enggak mungkin penyerangan dan perampokan dilakukan orang biasa," kata Dhani yang ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa, (28/9/2010).
Mantan suami Maia Estianty ini mencontohkan, penyerangan Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatra Utara, di mana pelaku yang terdiri dari belasan orang menembaki polisi. Tiga anggota kepolisian tewas akibat diberondong peluru.
"Tidak mungkin orang biasa berani menyerang kantor polisi. Kalaupun itu orang biasa, pasti orang yang sudah dilatih secara khusus," tegasnya.
Fenomena ramainya perampokan bersenjata, kata Dhani, sebagai indikasi hukum di negeri ini kurang kuat sehingga membuat orang seenaknya berbuat onar dan menghilangkan nyawa orang lain.
"Itu tentu fenomena masyarakat yang semakin ndableg. Itu fenomena hukum yang kurang kuat dan kurang tegas. Kalau misalnya hukum baru perampokan adalah hukuman seumur hidup, pasti orang akan takut merampok," jelasnya.
Dhani menuding maraknya perampokan bersenjata itu karena perdagangan dan kepemilikan senjata api di masyarakat mulai tidak terkontrol.
"Kalau menurut saya, penjualan senjata api di masyarakat itu harus ditertibkan," tukasnya.
(ang)