JAKARTA - Adjie Notonegoro sempat banjir air mata saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia ingat anaknya yang sedang sakit.
“Jujur saya manusia biasa. Terus terang saya mengingat anak-anak saya, pasti seorang ayah kasihan sama mereka. Apalagi yang kecil lagi sakit,” ujar Adjie ditemui usai sidang di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kemang, Jaksel, Kamis (2/9/2010).
Dikatakannya, saat mendapat kesempatan menelepon anaknya, mereka meminta Adjie segera pulang ke rumah. Dia mengaku rindu sekali dengan anak-anaknya.
“Itu sudah pasti, perasaan seorang ayah kepada anaknya. Saya rindu sekali sama anak saya, saya sangat rindu sekali,” ungkapnya sambil berkaca-kaca.
Sebelum tidur, Adjie mengaku selalu menangis. Dia teringat anak-anaknya di rumah, sementara dia tidur di dalam lembaga pemasyarakatan (LP) Cipinang.
“Jangan dong, sebelum lebaran sudah keluar. Kasihan anak saya. Pegawai saya juga mau pulang kampung,” imbuhnya berharap.
Dia juga mengharapkan bisa pulang saat ulang tahun anaknya. Pasalnya, anak-anak berharap orangtuanya hadir saat mereka merayakan hari pertambahan usianya.
“Saya juga begitu, saya minta doanya agar dikabulkan penangguhannya,” tandasnya.
Hari ini sidang mengagendakan keterangan saksi. Hakim mendengarkan kesaksian dari Melly dan Sudarto, rekan kerja Adjie.
(nov)