JAKARTA - Imam S Arifin ditangkap polisi karena membawa narkoba dan viagra, Kamis (25/3/201) dini hari. Mantan istrinya, Nana Mardiana, belum tahu kabar tersebut.
"Saya belum tahu, tetapi memang ada yang memberi tahu saya mengenai kabar tersebut. Saya belum yakin, apa iya kabar itu benar. Soalnya, jam 06.00 WIB tadi saya masih komunikasi dengan dia. Dia bilang tidak ada masalah apa-apa," ucap Nana saat dihubungi di Jakarta.
Nana belum yakin apakah kabar penangkapan Imam itu sekadar gosip atau sungguhan. Pasalnya, ketika menelepon pagi tadi, Imam tak sedikit pun memberikan kabar buruk.
"Kalau memang terjadi, pasti dari tadi pagi sudah ramai. Sama seperti pemberitaan waktu di Medan, tahun lalu. Saya tadi pagi telepon dan tanya dia ada di mana. Dia enggak mau kasih tahu. Dia janji mau telepon lagi siang," urainya.
Wanita yang dinikahi Imam pada Maret 1997 dan bercerai pada Agustus 2007 itu menolak berkomentar banyak. "Saya belum tahu pasti, jadi tidak mau komentar banyak. Tadi banyak media mau meliput saya, tapi tidak saya kasih karena belum jelas kabar ini," tutupnya.
Imam kedapatan membawa narkoba dan viagra. Imam pun kemudian dibawa ke Polsek Sawah Besar untuk menjalani pemeriksaan, Kamis dini hari tadi.
Kasus narkoba bukanlah hal yang baru bagi Imam S Arifin. Sebelumnya, dia juga pernah dipenjara karena kasus narkoba, April 2008. Pelantun Jandaku itu kedapatan membawa sabu-sabu di pelataran parkir Hotel Pardede Medan.
Kemudian, dia divonis Pengadilan Negeri Medan dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp25 juta dan kurungan enam bulan. Setelah ada surat jaminan dari Jakarta, Imam dibebaskan dari penjara di Medan 28 Agustus 2009. Namun kebebasannya diundur hingga Sabtu, 29 Agustus 2009.
(ang)