SURABAYA - Direktorat Lalu-lintas Polda Jatim menyatakan penyelidikan kasus kecelakaan yang menimpa aktor Sophan Sophian belum dihentikan, sehingga kesimpulan akhir penyebab kematian juga belum dapat diketahui.
Namun berdasarkan penyelidikan sementara, polisi masih meyakini Sophan Sophian meninggal karena out of control, bukan terlindas bikers lainnya seperti yang diduga oleh pihak keluarga.
"Hasil penyelidikan dari keterangan sembilan orang saksi, kita masih menyimpulkan sementara jika kematian Sophan Sophian karena kecelakaan tunggal," ujar Kombes Condro Kirono Direktur Lalu-lintas Polda Jatim didampingi oleh AKP Eny Mardiasri saat memberikan keterangan pers di Mapolda Jatim, Kamis (4/9/2008).
Saat kejadian, kondisi jalan yang dilalui oleh rombongan memang dalam kondisi rusak parah. Setidaknya berdasarkan data Dirlantas Polda Jatim, jalan yang dilalui oleh rombongan berlubang-lubang dengan kedalaman sekira 40 centimeter dengan panjang sekira 9 meter.
Sedangkan luka patah tulang rusuk berdasarkan hasil visum et repertum di RS Sragen, tidak bisa disimpulkan luka tersebut terjadi karena ditabrak oleh bikers lain. Luka patah tulang rusuk ini bisa saja terjadi karena misalnya tertimpa motor besarnya sendiri.
"Makanya itu yang sedang kita cari penyebab luka patah tulang rusuk tersebut," ujar perwira yang sebentar lagi dipromosikan menjadi Dirlantas Polda Metro Jaya itu.
Kesaksian dari tukang ojek, Murjoko yang menyatakan Sophan Sophian ditabrak oleh bikers lain juga sudah didalami oleh Dirlantas Polda Jatim. Namun berdasarkan keterangan, ternyata Murjoko sendiri berada di TKP sekira tiga jam setelah peristiwa terjadi. Sehingga tidak menyaksikan secara langsung peristiwa kecelakaan tersebut.
(fin)