JAKARTA - Jelang Ramadan 1429 H mendatang, grup band Ungu kembali merilis lagu-lagu religi islami. Di tahun ketiganya, Ungu mengemas albumnya lebih kaya dengan sentuhan ornamen rock dan guratan Melayu.
Tanpa meninggalkan ciri khasnya, kelompok musik yang digawangi Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Onci (gitar), dan Rowman (drum) itu menelurkan album religi berjudul Aku dan Tuhanku. Album itu langsung mendapatkan double platinum pada awal rilis dengan penjualan sebanyak 150 ribu kopi.
"Bagi saya, album religi ketiga Ungu kali ini jauh lebih siap dibanding dua album lainnya. Karena kami telah memiliki pengalaman yang mengejutkan karena lagu religi ini bisa menjadi hit mengalahkan album regular Ungu," ucap Enda, sang gitaris Ungu, saat menggelar konferensi pers di Hardrock Cafe, Plaza EX, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2008).
Album yang diproduksi Trimiti Optima Production itu berisikan lima karya lagu terbaru yaitu Dengan Napas-Mu, Hidup Hanya Sementara, Syukur (Alhamdulillah), Cahaya-Mu, dan Doa yang Terlupakan. Seluruh lagu-lagu itu kaya dengan sentuhan rock.
"Satu yang menjadi ciri rekaman album religi Ungu adalah berani membuat aransemen yang beda dan agak ekstrim. Jika tahun lalu ada lagu yang melekat dengan musik islami, misalnya memasukkan marawis, salawat, dan talziah. Dalam album religi ketiga ini kami malah memasukkan musik yang tebal rocknya," paparnya.
Kendati senang telah merampungkan album religinya, namun Enda mengaku sempat menemui kesulitan selama proses pengerjaan. Menurutnya, kompleksitas menulis lagu religi Islami terletak pada aransemen dan liriknya. Namun, ayah satu anak ini mencoba melampauinya.
"Saya sendiri harus mengikuti banyak ajaran sufi melalui tulisan atau berguru pada mereka yang memiliki pemahaman agama Islam lebih kuat," bebernya.
Sedangkan proses pembuatan keseluruhan video klip itu dilakukan selama 2,5 bulan dan disutradarai Abdy Mael, dengan mengambil lokasi di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Video digarap oleh orang yang pernah kerja sama dengan kita. Karena apa yang ada di kepala kita rasanya klik aja," tandasnya.
(nsa)