okefood   |   okeklasika   |   myzone   |   okezone.tv   |   dahsyat   |   photo   |   suar   |   games  
Getting Time...
line

Zian Zigas Sayangkan Fatwa Haram Infotainment

Jum'at, 30 Juli 2010 - 17:11 wib
Tomi Tresnady - Okezone
okezone.com
Zian Zigas. (Foto: Novi Muharrami/okezone)

JAKARTA - Vokalis Zigas, Zian, menyayangkan fatwa haram infotainment. Pasalnya infotainment itu juga saling menguntungkan antara wartawan dengan artisnya.

“Bingung ya, ada dua pandangan dari segi entertain. Sebenarnya itu saling menguntungkan antara artis dengan wartawan. Sangat disayangkan kenapa haram,” ujarnya ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (30/7/2010).

Dikatakannya, Di sisi lain sebagai orang biasa, Zian mengatakan ada juga orang yang senang dengan infotainment.

“Masyarakat lebih tahu dengan perkembangan idolanya. Tapi banyak pro dan kontra,” terangnya.

Kalau mengenai berita non faktual, Zian berpendapat jika ada kabar seorang artis digosipkan dengan seseorang, asalkan itu ada faktanya, ya harus diakui.

“Ya enggak apa-apa kalau fakta. Jadi kalau kita digosipkan dengan seseorang, harus diakui,” pungkas Zian.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengingatkan bahwa infotainment yang sudah dibumbui dengan opini-opini bukanlah pekerjaan pers, karena sudah di luar fakta.

Dia mengambil contoh pemberitaan tentang perceraian pasangan selebritis. Bagir menjelaskan infotainment yang memberitakan suami istri yang akan bercerai, itu adalah fakta. Tapi kemudian dibumbui omongan orang yang tidak terkait langsung dengan perceraian, maka itu bukan lagi pekerjaan pers.

Bagir juga menjelaskan infotainment memang dapat melaksanakan pekerjaan pers atau juga bukan pers. Dia mengingatkan agar pemberitaan hak-hak pribadi itu tidak membuat orang yang diberitakan itu menjadi keberatan, karena akan menjadi masalah.(nov)

  • berbudi » 0 Tanggapan
    katanya !!, ada gosip !!, benarkah !!!, itulah bahasa umum infotainment, narasinya memojokan seseorang, nada bahasa presenternya sok dia orang suci, jadi infotainment memang maksiat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • irwan » 0 Tanggapan
    sangat disayangkan kalo menyayangkan fatwa hanya karena faktor menguntungkan...seharusnya kita lebih takut terjerumus dalam kubangan dosa..bukankah demikian seharusnya sikap umat beragama???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • www.dunia tasik.com » 1 Tanggapan
    Zian : Kamu tuh cuma mikir buat kepentingan kamu aja ya? gimana kalo kamu punya anak terus nonton infotainment yang kurang senonoh kaya ariel atau kd KEMARIN ? kAMU MAU APA? dibiarin ? Ternyata pendalaman agama kamu sama saja seperti DEWI PERSIK yang ngomong soal agama tapi ga tahu apa apa tentang agama tersebut. Coba kalo kamu jadi seorang suami yang istrinya kerjanya cuma nonton infotainment doang bisanya, dan kamu bukan seorang artis ? kamu pasti akan berfikiran sama dengan kami. ngerti ga ?
    • ziannitha
      maaf yaa, km itu sp ? berani blg kl zian gaa ngerti agama. ngaca dulu sblm ngomong, km itu ustadz? atau kyai? zian ga akn brpndpt ky gt kl si wartawan ga interview dia, semua org pny privacy, itu hak. kl km mau ngasihy saran kasih yg baik, yg sopan. kl koment km sy ksh tau ke zian bs m****s km.ini adiknya sndr yg ngomong asal km tau aja. dijaga sedikit yaaa omongannya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • renald » 0 Tanggapan
    saya setuju klo infotaiment itu haram, soalnya infotaiment itu salah satu cara membuka aib orang lain, dan dengan membuka aib orang lain ada pihak yang diuntungkan, yaitu orang yang membuka aib orang lainnya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nugi » 0 Tanggapan
    Wah, bagir manan ini gimana...Mana kualitas anda sebagai mantan orang yang mengerti hukum. Jika anda jeli dengan omongan anda sendiri "Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengingatkan bahwa infotainment yang sudah dibumbui dengan opini-opini bukanlah pekerjaan pers, karena sudah di luar fakta." berarti wartawan hanya sebagai pemancing kekisruhan saja dan penyelesaian ada pada opini masyarakat ? gitu maksud anda ? pernyataan anda seperti orang yang "lempar batu sembunyi tangan", pernyataan anda sama sekali tidak berbobot. Selain merendahkan pers yang anda bawahi sendiri, anda pun telah egois melihat suatu sisi permasalahan hanya dari keuntungan untuk anda sendiri dan golongan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.