JAKARTA - Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) betul-betul menggambarkan cerita negeri apa adanya. Film yang ceritanya digodok selama 9 tahun ini bukan dikhususkan untuk mengkritik pemerinntah.
“Tak ada yang dikritik. Tetapi banyak wajah yang termarjinalkan dan itu yang terjadi. Saya tidak berpihak, tetapi saya hanya membuat fenomena,” ujar Deddy Mizwar ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, belum lama ini.
Dikatakannya, adegan yang menggambarkan anggota DPR bukan sengaja dibuat untuk mengkritik. Deddy mengatakan, anggota DPR itu adalah pilihan rakyat.
“Tidak ada perkataan yang memvonis. Film ini mengalami perubahan sebanyak enam kali,” kata dia.
Deddy mengatakan melalui film ini, dia ingin berusaha lebih arif. Datangnya kepahitan yang dialami negeri ini pun, semoga bisa membuat masyarakat dan pemimpinnya semakin lebih tahu bagaimana kita harus arif.
“Sebagai bukti para penonton bisa tertawa dan sedih. Saya sampai sedih karena kondisi negara kita yang selalu diguncang,” curhatnya.
Namun Deddy enggan disebut film ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kondisi negara ini. “Ini film bentuk kesedihan dan ini ada di lingkungan sekitar saya. saya selalu membuat film dari hati,” pungkasnya.
(nov)