JAKARTA - Sepekan sebelum pernikahan Verlita Evelyn dan Ivan Saba, ayahnda Ivan dipanggil oleh Tuhan. Sebab itu, pernikahan mereka tidak didahului acara seserahan dan lamaran.
“Nah itu dia, sepekan yang lalu seharusnya kita lamaran dan ada seserahan Ivan ke rumah saya. Tapi terpaksa kita cancel. Karena harusnya pagi kita lamaran, tapi ternyata papa (ayah Ivan) meninggal. Jadi enggak apa-apa, enggak pakai lamaran,” papar Verlita ditemui bersama suaminya Ivan di di Christ Cathedral Serpong, Tangerang, Sabtu (6/2/2010).
Ivan menambahkan, meski tidak ada acara lamaran, namun bagi dirinya dan Verlita, upacara pemberkatan lebih sakral hingga mereka sah menjadi suami istri. “Pokoknya keluarga sudah sama tahu dan yang paling penting itu adalah kesakralan hari ini,” ujarnya.
Ivan mengatakan, meski tegang menjalani upacara pemberkatan namun itu hanya dikarenakan dia ingat janjinya untuk tetap kuat di hadapan Tuhan.
“Kemarin kan sempat syok banget. Hari ini tepat 7 hari meninggalnya papaku,” ungkap adik Carlo Saba ini.
Perasaan sedih dan bahagia bercampur di hari penting Ivan. Dia mengatakan jika tumpah, maka dia tak ingin melihat mamanya sedih.
“Lagian papa sekarang kondisinya sudah enak banget ada di surga bersama Tuhan Yesus. Mungkin seminggu kemarin itu momen kita kehilangan sosok ayah, tapi hari ini momen suka cita,” kata dia bersemangat.
Meski sudah tiada, tapi Ivan dan Verlita masih merasakan spirit ayah Ivan yang sangat antusias dalam merancang konsep pernikahan mereka. Bahkan saat melangkah masuk ke gereja, Ivan masih merasakan sepenuh hati bahwa pernikahannya disaksikan oleh almarhum ayahnya.
“Papa itu salah satu orang yang exciting untuk mengatur acara kaya bandnya siapa, undangannya bagaimana,” ucap Verlita.
(nov)