Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mbah Surip Senasib dengan Gombloh

Tomi Tresnady , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2009 |13:46 WIB
Mbah Surip Senasib dengan Gombloh
Mbah Surip (Foto:Elang Riki/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perjalanan karier musik Mbah Surip mirip dengan yang dialami penyanyi yang beken di era 1980-an, Gombloh. Keduanya berangkat dari seniman jalanan dan meninggal di saat baru mulai tenar.

"Mbah Surip bisa disamakan dengan Gombloh karena Gombloh berkarya dengan proses panjang. Gara-gara menciptakan lagu Di Radio, dia dikenal. Setelah itu, enggak lama meninggal," tutur sutradara video klip Mbah Surip, Edy Khemot, di sela syuting video klip kedua Mbah Surip di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2009).

Gombloh lahir di Jombang, Jawa Timur, 14 Juli 1948 dan wafat di Surabaya, Jawa Timur, 9 Januari 1988 karena sakit. Dia musisi jalanan yang baru populer setelah lagu Kugadaikan Cintaku (Di Radio) menjadi hits pada 1980-an.

Sementara, Mbah Surip yang lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949, sejak 1979 merantau dari Mojokerto ke Jakarta. Dia hidup menggelandang sebagai seniman jalanan. Publik baru mengenal figur Mbah Surip setelah lagu Tak Gendong meledak di pasaran dan digemari.

Sayang, ajal menjemput Mbah Surip terlalu cepat. Belum sempat menikmati jerih payah, Mbah Surip meninggal karena penyakit jantung dan kelelahan pada Selasa, 4 Agustus 2009.

(ang)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement