Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Momen Kreasi dan Distribusi Tak Seimbang

Koran SI , Jurnalis-Minggu, 05 Juli 2009 |13:00 WIB
Momen Kreasi dan Distribusi Tak Seimbang
Foto: Johan Sompotan/Okezone
A
A
A

INDUSTRI film Indonesia tumbuh cepat. Sayang, hal itu tak didukung dengan distribusi yang seimbang. Alhasil, momen kreasi dan apresiasi pun menjadi timpang.

Paling tidak, itu yang terungkap dalam diskusi conference LA Indie Movie Festival, PPHUI, Jakarta, kemarin. Sutradara Hanung Bramantyo, Garin Nugroho, Lola Amaria, serta beberapa sineas dan aktris berdiskusi seru soal perkembangan industri film saat ini. Dan yang menjadi sorotan adalah, jalur distribusi yang tidak seimbang dengan pertumbuhan film yang cepat dan banyak.

Menurut data yang dimiliki Direktur Film Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Ukus Kuswara, sampai saat ini Indonesia hanya memiliki 160 gedung bioskop dengan 400 buah layar. "Banyak kesempatan untuk berekspresi, tetapi tidak dibarengi peningkatan distribusi. Setahun ada 170 film Indonesia yang diproduksi, tetapi mau ditayangkan di mana?," tanya Hanung.

"Momen kreasi tidak seimbang dengan momen apresiasi, yakni distribusi. Sudah saatnya bagi kita untuk mengelola momen distribusi itu sendiri," tambah Garin Nugroho.

Untunglah, distribusi yang tidak digarap profesional serta kurangnya infrastruktur pendukung momen kreasi tersebut tidak lantas mematikan semangat muda. Hal ini membuat banyak sutradara yang beralih ke film independen. Salah satunya Lola Amaria.

"Alangkah sayangnya jika karya-karya sinema anak bangsa yang berkualitas sampai tidak dapat dinikmati masyarakat umum," paparnya.

"Sampai saat ini saya masih independen, karena itu saya anggap sebagai spirit, bukan tekanan," ia menambahkan. Apalagi, lanjut Lola, jaringan distribusi yang ada saat ini belum menerima format digital, yang jelas lebih murah dari segi biaya.

Karena itu, Lola dan filmnya, Betina, memasarkan filmnya dengan bergerilya dari kampus dan festival. "Memang, dampak positifnya, imejnya bagus. Tetapi uang? Jelas membuat sutradara kelimpungan," ungkap Lola.

Pada momen itu juga, Hanung dan Garin lantas berbagi tip bagi sineas muda untuk mendapatkan modal dan tetap mengerjakan proyek idealis mereka.

"Kita bisa bernegosiasi dengan penyandang dana, memberikan garansi bahwa film ini akan diputar, memiliki segmen pasar, kemudian mereka akan memercayai kita," ucap Hanung.

Ukus Kuswara menambahkan, pengerjaan film Indonesia sebenarnya mengadaptasi gaya pendanaan film indie. Di situlah sponsor banyak berperan untuk menghidupkan film itu. "Sekitar 20-30 persen film kita didanai oleh sponsor. Ada sistem MLM yang menjadi sponsor, dan kelak menjadi ciri khas," simpul Garin.

Lalu sejauh mana idealisme bisa bertahan dalam sebuah film bersponsor? Menurut Hanung, sponsor tidak akan terlalu rewel jika mereka melihat materi yang matang juga pengerjaan yang serius dari sineasnya.

Bagi sineas muda, workshop penulisan skenario dan pembuatan film bersama selebriti ini bisa menjadi ajang pelatihan yang efisien. Sigi Wimala misalnya, merasa bangga bisa ikut serta dalam workshop " Bikin Film Bareng Artis".

Di sini, bintang film Tentang Kita ini menjadi sutradara sebuah film pendek. "Basicly saya suka fotografi, apalagi perkembangan teknologi saat ini sangat membantu, user friendly, kita bisa membuat film dengan kamera rumahan," terang Sigi.

Teknologi memang sangat memanjakan. Lola Amaria ingat, betapa sulitnya dia dulu mengerjakan film. Namun, yang terpenting baginya bukan sekadar shoot, rekam, dan edit.

"Di era sekarang buat film tidak lagi sulit, tapi asyik. Kalau mudah atau berat, sebenarnya itu kembali ke niat. Tidak penting apa medianya, yang penting karyanya. Asal ada keinginan, didukung teknologi lebih maju, semua akan terlaksana," ucap Lola.

Dalam penutupnya, Garin memberikan semangat bagi sineas muda. "Bagi saya tidak penting lagi untuk melahirkan banyak film, namun saya ingin film saya bisa memprovokasi, agar tiap orang bisa membuat film dengan semangat mereka masing-masing," tandasnya.

(ang)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement