Ia mencontohkan anak yang gemar bermain air di sungai hingga lupa waktu, atau asyik bermusik bersama teman-temannya.
Bagi Boris, kegemaran semacam itu tak semestinya langsung divonis sebagai kenakalan tanpa dicari tahu alasannya.
"Persepsi nakal ya itu tadi, memang dia kayaknya belum dipahami seutuhnya. Kenapa tidak dipahami seutuhnya? Karena belum didengar seutuhnya," tutur Boris.
Ia pun menyarankan agar orangtua masa kini tidak lagi menerapkan pola komunikasi satu arah layaknya generasi terdahulu, melainkan lebih banyak membuka ruang diskusi dengan anak.
"Makanya orangtua zaman sekarang mungkin harus lebih banyak mendengarkan dulu baru dicari formulanya biar ada deal-nya, gitu," imbuhnya.