Jefri mengaku salah satu kesulitan yang paling terasa adalah menjaga perubahan emosi karakter. Dalam sehari, ia bisa menjalani belasan adegan dengan suasana yang tidak selalu sama.
“Jujur, naik-naik turunin emosinya sih. Kan sehari bisa belasan scene ya?” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam satu rangkaian syuting, pemain bisa saja diminta tampil ceria dalam satu adegan, kemudian menangis atau marah pada adegan berikutnya. Perubahan cepat itulah yang masih perlu ia pelajari selama menjalani sinetron pertamanya.
“Kayak misalnya di scene ini harus ketawa-ketawa, scene berikutnya nangis, scene berikutnya lagi marah-marah,” tutur Jefri.
Dalam proses tersebut, ia juga mengaku kagum melihat kemampuan lawan mainnya, Salshabilla Adriani, yang mampu menampilkan emosi berbeda dalam setiap adegan.