Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Diculik, Keluarga Sebut Aron Ashab Masuk Panti Rehabilitasi karena Kecanduan Alkohol

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |06:44 WIB
Bukan Diculik, Keluarga Sebut Aron Ashab Masuk Panti Rehabilitasi karena Kecanduan Alkohol
Bukan Diculik, Keluarga Sebut Aron Ashab Masuk Panti Rehabilitasi karena Kecanduan Alkohol. (Foto: Instagram|@aronashab)
A
A
A

JAKARTA - Aron Ashab kembali ke media sosial dengan sebuah pengakuan mengejutkan: dia diculik dan dijebloskan ke dalam ‘penjara’ di kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dia mengklaim, penculikannya itu difasilitasi oleh oknum yang disebutnya ‘preman’. Selama 6 bulan menghuni 'penjara' tersebut, Aron mengalami perlakuan tak menyenangkan.

“Gue dikurung, disiksa, digebukin, dan dipaksa (melakukan) ini itu tanpa berpikir yang dia ‘garap’ itu gue. Elo berurusan sama orang yang salah,” ujarnya dikutip dari Instagram, pada Minggu (18/10/2026).

Klaim Aron Ashab itu, kemudian ditanggapi oleh sang kakak, Gamyla Ashab. Lewat Insta Story, dia menyanggah klaim adiknya dan menegaskan ‘penjara’ yang dimaksud Aron adalah tempat rehabilitasi.

Gamyla kemudian memberikan peringatan terbuka untuk sang adik. “Kesabaran gue ada batasnya. Jangan sampai rahasia besar lo, gue bongkar! Kalau enggak mau diangkut lagi, bertobat dan berkarya yang benar. Enggak usah drama!!!” katanya.

Dalam lanjutan keterangannya, Gamyla mengaku, Aron Ashab punya kebiasaan menenggak minuman keras hingga membuatnya bermasalah di lingkungan keluarga.

“Setiap hari mabuk dan pesan minuman sama abang g*jek tapi tak dibayar. Terpaksa keluarga yang bayar,” tuturnya menambahkan.

Gamyla mengatakan, pengemudi ojek online berulang kali mendatangi rumah mereka untuk menagih pembayaran minuman keras yang dipesan Aron Ashab. Kondisi itulah yang membuat keluarga lelah dengan perilaku sang adik.

“Kebayang enggak capeknya hidup sama monster? Saya sampai tidak bisa pindah rumah karena harus menjaga bapak ibu yang selalu ketakutan sama tingkahnya yang berani dan rusuh saat mabuk,” ujarnya.

 

Gamyla kemudian menanggapi komentar seorang warganet yang mengatakan Aron Ashab seolah tidak terima dengan popularitasnya yang perlahan meredup.

“Dia sebenarnya tahu kondisi itu, makanya stres sendiri. Dia menjadi geblek dan alkoholik yang rusuh!” tuturnya.

Dalam lanjutan keterangannya, Gamyla menuding Aron Ashab mengarang cerita yang dianggapnya sebagai drama. Dia juga mengklaim, perilaku sang adik telah memengaruhi peluangnya untuk kembali bekerja di industri hiburan.

Menurut Gamyla, akan sulit bagi Aron comeback menjadi artis mengingat sebagian besar pelaku industri hiburan sudah mengetahui perangai buruknya. Bahkan beberapa rumah produksi menolak melibatkannya dalam proyek film atau sinetron.

Gamyla menegaskan, keputusan keluarga membawa Aron Ashab ke pusat rehabilitasi bertujuan agar sang adik bisa bertobat dan memperbaiki diri.

Namun sayangnya, niat baik keluarga itu justru disia-siakan oleh Aron. “Dia malah kabur dan semakin menjadi-jadi. Sini pulang, kami siap ngangkut lo lagi sampai benar-benar bertobat. Kami tunggu!!” tuturnya.*

(SIS)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement