Bernard mengatakan, “Awalnya saya takut karena ini sistemnya PO. Artinya, ada uang tapi belum ada barang. Jadi saya cuma beli sedikit dulu. Setelah menunggu 1 bulan, barang akhirnya saya terima dan langsung tes keaslian ke toko emas dan perak. Ternyata asli makanya saya berani beli terus.”
Kepercayaan Bernard kepada PT Divine Gold Jewelry meningkat karena perusahaan itu kemudian membuka gerai fisik di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Namun masalah mulai muncul saat pengiriman barang kerap molor dengan dalih operasional libur Lebaran.
Puncaknya pada Juli hingga Agustus, manajemen perusahaan logam mulia tersebut menggelar promo besar-besaran yang membuatnya tergiur ukembali memesan emas dan perak dalam jumlah fantastis.
“Diskonnya fantastis banget, sampai satu kali lipat lebih. Yang sudah terealisasi dan saya terima itu untuk perak sekitar 6 kilogram. Namun total nominal yang belum terealisasi saya hitung sekitar Rp1 miliar,” keluhnya.