Ia juga menambahkan bahwa Jule hanya membeli cartridge etomidate dari jaringan RR dan RN. "Untuk JP selama ini melakukan pembelian hanya kepada RR dan RN, hanya itu saja. Selama ini dari baik dari penelusuran-penelusuran kami maupun dari interogasi itu match, yaitu tidak pernah membeli kepada yang lain," tegas dia.
Pengembangan kasus tak berhenti di situ. Polisi kemudian berhasil menangkap pemasok utama atau bandar dari jaringan ini, yakni seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial XC. Dari tangan XC, petugas menyita barang bukti tambahan berupa 71 cartridge etomidate.
Jaringan ini diketahui telah beroperasi sejak Juli 2026 dengan modus pemasaran antar-pertemanan dari mulut ke mulut. Dari setiap cartridge yang terjual, bandar meraup keuntungan sekitar Rp700.000.
Atas pengungkapan kasus ini, kepolisian menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu RR, RN, dan WNA berinisial XC. Sementara itu, status hukum bagi Jule diselesaikan melalui mekanisme restorative justice karena kedudukannya sebagai korban penyalahgunaan.
“Untuk dari empat orang ini, tiga orang ditetapkan sebagai status tersangka. Nah, untuk selebgram berinisial JP, karena berdasarkan dari yang pertama BB-nya yaitu cuma satu yang berisikan vape dan tiga itu habis pakai. Dan juga berdasarkan dari interogasi, berdasarkan penyidikan-penyelidikan yang lainnya, untuk status di kepolisian kami tetapkan sebagai restorative justice, yaitu JP itu sebagai pemakai,” terang Michael.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri