Karena itu, nilai pekerjaan manusia dinilai mulai bergeser dari sekadar kemampuan memproduksi konten menjadi kemampuan menentukan apakah sebuah materi memang relevan dan layak digunakan.
“Yang berubah bukan pekerjaannya hilang, tapi bagian yang dibayar orang bergeser. Dulu dibayar karena bisa menulis, sekarang dibayar karena tahu mana yang layak dipakai,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, konten kreator dituntut tidak hanya mampu menghasilkan materi, tetapi juga memahami audiens, membaca persoalan, menentukan sudut pandang, serta melakukan pengecekan terhadap informasi yang dihasilkan teknologi.
Ketelitian Jadi Tantangan di Tengah Kecepatan AI
Menurut Dzikry, salah satu kemampuan yang tetap penting di tengah perkembangan AI adalah ketelitian. Teknologi dapat mempercepat proses produksi, tetapi hasilnya tetap membutuhkan pemeriksaan sebelum digunakan.