Dengan lebih dari 120 musisi yang tampil bergantian di 7 panggung nyaris tanpa cela selama tiga hari, The Sounds Project Vol. 9 berhasil memuaskan dahaga penonton akan beragam musik dan pengalaman pertunjukan. Mulai dari deretan hits era 2000-an yang dibawakan The Changcuters, Nidji, dan Vierratale, kolaborasi Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers, hingga berbagai kolaborasi spesial yang hadir, baik yang direncanakan maupun tak terduga.
J-Rocks menghadirkan Tribute to L’Arc-en-Ciel, Bilal Indrajaya dan G-Pluck mengajak penonton singalong lagu-lagu The Beatles, Rizky Febian tiba-tiba berkolaborasi dengan Mahalini dan Adrian Khalif, sementara Teenage Death Star tiba-tiba berkolaborasi dengan The Panturas, dan Monkey Boots dengan Wancoy dari Grindboys. Tahun ini, The Sounds Project juga menghadirkan Special Set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati yang memberikan pengalaman berbeda dari penampilan reguler mereka.
Mengutip pernyataan Gerhana Banyubiru selaku Founder & CEO The Sounds Project saat ditanya mengenai evaluasi festival ke depan, “Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor. Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan. Kayanya sih, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan,” katanya.
Jika bisa ditarik kesimpulan, Sembilan volume dan sebelas tahun kemudian, The Sounds Project bukan lagi sekadar acara musik. Ia telah menjadi contoh nyata perjalanan festival di Industri Musik, perjalanan panjang tentang mimpi, konsistensi, kerja keras, dan tentunya, tentang menciptakan lebih dari sekadar memori. Mau tidak mau, suka tidak suka, tahun ini The Sounds Project telah menjadi bagian dari ingatan banyak orang.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri