"Justru dalam proses tersebut, salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentak saya dengan nada tinggi. Sebagai seorang ibu, wajar jika saya tidak bisa tinggal diam ketika fakta tentang anak-anak disampaikan secara keliru di hadapan mediator," katanya.
Sarwendah juga memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut dirinya menghalangi anak-anak untuk bertemu dengan ayah mereka. Dia memastikan bahwa dirinya tidak pernah membatasi akses pertemuan tersebut, namun dia sangat mementingkan kenyamanan serta kondisi kesehatan anak-anaknya.
"Saya tidak pernah, dan tidak akan pernah menghalangi anak-anak untuk bertemu ayahnya karena itu adalah hak mereka. Yang saya sampaikan semata-mata bentuk kepedulian wajar seorang ibu untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan anak-anak," jelas Sarwendah.
Bahkan, dalam agenda mediasi tersebut, Sarwendah mengklaim telah menunjukkan itikad baik dengan membawa hasil pemeriksaan kesehatan anak-anak sesuai permintaan mediator. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kesejahteraan buah hatinya, meskipun pihak penggugat disebut belum melakukan hal yang sama.
Di akhir, Sarwendah juga menyatakan sikap terbukanya terkait transparansi biaya pengeluaran anak yang sempat disinggung. Dia mengaku tidak keberatan karena seluruh pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.