Alasan Vicky meminta Fangfang tinggal di Semarang sebenarnya merupakan janji lama. Sejak awal perkenalan dan pernikahan siri mereka pada Februari 2026, Vicky disebut sudah meminta Fangfang menutup usahanya di Pati dengan iming-iming akan difasilitasi tempat tinggal di Semarang.
"Sebelumnya saya mempunyai usaha dan VP ini meminta saya untuk 'Ya sudah ditutup saja usahanya nanti kita pindah ke Semarang'. Akhirnya sebagai seorang istri, saya menyerahkan tanggung jawab ke dia, tapi ternyata pada akhirnya saya harus selalu mengemis hanya untuk meminta uang nafkah," keluhnya.
Selama masa penantian tersebut, Fangfang mengaku hidup dalam keprihatinan. Alih-alih tinggal di hunian mewah, ia harus mendekam di sebuah kamar kos sempit bersama dua anak dari pernikahan sebelumnya, tanpa kepastian biaya persalinan dari Vicky.
"Saya posisinya tinggal di kosan sampai saat ini 9 bulan. Ukurannya 3x4, bersama dengan dua anak saya dari pernikahan sebelumnya. Sampai detik ini pun saya tidak membeli barang-barang keperluan bayi karena uangnya tidak ada," jelasnya.
Penasihat hukum Fangfang, Vino, menilai respons mendadak Vicky yang mengajak kliennya ke Semarang hanyalah reaksi karena masalah ini mulai terkuak. Ia menyayangkan sikap Vicky yang baru bereaksi saat kondisi kliennya sudah dalam masa kritis persalinan.