JAKARTA - Uffri Datun Nitami (Tami) dikabarkan mengalami trauma berat setelah diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Evan Marvino.
Ana Sofa Yuking selaku kuasa hukum Tami mengatakan, kliennya memilih keluar dari rumah untuk mencari tempat tinggal baru demi menghindari tekanan mental lebih dalam akibat kekerasan yang dilakukan sang suami.
“Selayaknya perempuan-perempuan korban KDRT, dia pastinya terpukul, sedih, dan bingung. Ada marah, sedih, dan kebingungan juga. Apalagi dia kan punya dua anak yang masih kecil-kecil," ungkap sang pengacara kepada awak media, pada 18 Juni 2026.
Lebih jauh, Ana Sofa Yuking mengatakan, keputusan Uffri Datun Nitami meninggalkan rumah dengan membawa kedua anaknya merupakan tindakan wajar yang dilakukan korban KDRT. Tami memerlukan ruang aman agar tidak diintervensi saat mengambil keputusan.
“Saat ini, dia sedang mencari tempat tinggal baru. Korban KDRT secara psikologis pasti tidak merasa tenang dan nyaman. Yang harus dia lakukan adalah mencari ruang aman seperti safe house, agar bisa berpikir jernih," tuturnya menambahkan.
Uffri Datun Nitami membongkar aksi KDRT dan dugaan perselingkuhan Evan Marvino lewat Instagram, pada 11 Juni 2026. Sang aktor diduga memukul istrinya dengan kursi dan melemparkan kipas padanya, pada 9 Juni silam.
Akibat aksi tersebut, Tami mengalami, sejumlah luka lebam di tubuhnya. Aksi KDRT itu, menurut Tami, terjadi karena dirinya ‘menagih’ nafkah istri yang selama 5 tahun pernikahan luput dipenuhi Evan karena harus menghidupi orangtuanya.
Tak hanya diKDRT, ibu dua anak tersebut mengaku, Evan menjatuhkan talak satu padanya. “Dia merasa saya merendahkan dan tidak menghargai keluarganya. Padahal saya mengatakan yang sebenarnya," katanya.*
(SIS)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri