Menurut Wajit, fenomena ini memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak.
“Musik katanya sekarang tergantung pada algoritma. Oke, musik algoritma menurut gue sih sangat bener ya. Musik yang sekarang wavenya lagi rame itu media pun bakal nge-up lebih banyak,” jelasnya.
Namun, ia juga menilai sistem ini membuat banyak karya terasa seragam karena mengikuti tren yang sama.
“Kalau menurut gue jeleknya semua musik ya. Jadi sama gitu. Kebanyakan. Jadi yang beda itu mungkin algoritma-nya tahun depan baru ke-up,” tambahnya.
Sementara itu, Opal melihat algoritma sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat, tanpa kehilangan identitas musikal.