JAKARTA - Kolaborasi antara Club Dangdut Racun dan MikkyZia mulai mencuri perhatian. Proyek ini lahir dari pertemuan yang terbilang spontan, namun berujung pada rencana besar di industri musik dangdut modern.
Wajit, personel Club Dangdut Racun, mengungkap awal mula perkenalannya dengan MikkyZia terjadi di kantor Sony Music Entertainment Indonesia. Momen tersebut kemudian berlanjut menjadi obrolan serius hingga akhirnya keduanya sepakat menggarap proyek bersama.
“Pertama kali ketemu MikkyZia itu di kantor Sony. Dan akhirnya kita ngobrol. Dan akhirnya kita buat proyek bareng nih,” ujar Wajit.
Tak hanya sekadar pertemuan formal, keduanya juga sempat tampil bersama di atas panggung. Dari situ, muncul chemistry yang terasa kuat dan berbeda, bahkan mendapat respons positif dari penonton.
Hal senada disampaikan Opal. Ia menyebut pertemuan awal terjadi saat manggung di Bandung, yang kemudian membuka peluang kolaborasi lebih lanjut.
“Awal ketemu waktu projek pas manggung di bandung terus ngerasa banyak kecocokan dari berbagai sisi, akhirnya kenapa ga buat bikin project bareng,” kata Opal.
Dari momen tersebut, ide kolaborasi berkembang menjadi proyek nyata. Saat ini, Club Dangdut Racun dan MikkyZia tengah menyiapkan lagu baru yang akan segera dirilis dalam waktu dekat.
“Pokoknya kita ada lagu baru aja gitu. Lagu baru nanti akan rilis. Terus manggung bareng juga ada. Di bulan depan. Pokoknya stay tune aja terus,” lanjut Wajit.
Opal juga memastikan proyek ini tidak berhenti di satu rilisan saja. Selain lagu baru, mereka juga berencana tampil bersama di sejumlah festival musik.
“Proyek ke depan pasti ada dong, kita bakal release lagu bareng sama MikkyZia abis itu kita bakal kolaborasi juga di beberapa panggung festival,” tambah Opal.
Di tengah perkembangan industri musik digital, keduanya juga menyoroti peran algoritma yang semakin besar dalam menentukan popularitas lagu.
Menurut Wajit, fenomena ini memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak.
“Musik katanya sekarang tergantung pada algoritma. Oke, musik algoritma menurut gue sih sangat bener ya. Musik yang sekarang wavenya lagi rame itu media pun bakal nge-up lebih banyak,” jelasnya.
Namun, ia juga menilai sistem ini membuat banyak karya terasa seragam karena mengikuti tren yang sama.
“Kalau menurut gue jeleknya semua musik ya. Jadi sama gitu. Kebanyakan. Jadi yang beda itu mungkin algoritma-nya tahun depan baru ke-up,” tambahnya.
Sementara itu, Opal melihat algoritma sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat, tanpa kehilangan identitas musikal.
“Algoritma pasti jelas berpengaruh, menurut kita untuk bisa tetep eksis di dunia musik, tetep ikutin arusnya tapi kasih warna berbeda sesuai karakter kita,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi pertemuan dua kekuatan berbeda. Club Dangdut Racun dikenal sebagai representasi musisi komunitas yang dekat dengan pendengar, sementara MikkyZia memiliki kekuatan besar di ranah digital dengan engagement tinggi.
Perpaduan antara energi panggung dan kekuatan platform digital menjadikan proyek ini terasa relevan dengan pola konsumsi musik masa kini.
Dengan pendekatan yang fun, relatable, serta penuh karakter, kolaborasi Club Dangdut Racun dan Mikky Zia diprediksi akan menjadi salah satu rilisan yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirayakan di berbagai platform.
Untuk saat ini, detail lagu masih dirahasiakan. Namun yang pasti, kolaborasi ini siap menggoyang penikmat musik dalam waktu dekat.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri