Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benih Cemburu Pembunuh Cucu Mpok Nori Tumbuh Usai Korban Kerja di Dapur MBG

Ravie Wardani , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2026 |19:01 WIB
Benih Cemburu Pembunuh Cucu Mpok Nori Tumbuh Usai Korban Kerja di Dapur MBG
TKP penemuan jasad Cucu Mpok Nori
A
A
A

JAKARTA - Kematian tragis cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary alias Anggi, menyisakan sederet fakta mengejutkan. Di balik peristiwa memilukan tersebut, terungkap awal mula perkenalan antara korban dengan mantan suami sirinya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Irak. 

Kakak kandung almarhumah, Dian, menceritakan bahwa adiknya pertama kali bertemu dengan pelaku saat keduanya berada di luar negeri. Pertemuan itu terjadi saat Anggi sedang mengadu nasib sebagai Pekerja Migran Indonesia (TKI). 

"Itu tahun 2017 adik saya ke Malaysia. Nah, itu jadi TKI di sana. Nah, terus berkenalan dah sama orang ini," ujar Dian di kawasan Cipayung, Jakarta Timur belum lama ini. 

Setelah menjalin hubungan asmara, Anggi memutuskan untuk kembali ke tanah air. Namun, pria asal Irak tersebut memilih untuk menyusul Anggi ke Indonesia demi meminang pujaan hatinya. 

"Kenalan di sana terus sudah berapa hampir 4 tahun kerja, pulang dah ke Indonesia. Nggak tahunya lelaki ini ngikut, nyusul gitu nyusul. Akhirnya melamar adik saya gitu. Ya karena pertimbangannya mereka sama-sama suka ya kita keluarga ikut saja gitu," tuturnya. 

Keduanya kemudian melangsungkan pernikahan secara siri sekitar tahun pada 2020 silam. Selama berumah tangga, Dian menyebut bahwa adiknya sempat mengalami tiga kali keguguran. 

Ia menduga insiden itu akibat beban psikis atau stres yang dialami Anggi. 

Konflik mereka mulai memanas ketika Anggi bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai juru masak. Pelaku diduga merasa cemburu karena Anggi memiliki banyak teman kerja pria dan sering pulang larut malam. 

"Dia cemburunya di situ, dikiranya dia sudah nggak ini sama si orang ini (pelaku) gitu. Jadi ada percekcokan terus," jelas Dian. 

Puncak perselisihan terjadi pada Februari lalu tepatnya di momen Nisfu Sya'ban. Saat itu, pelaku melontarkan kata talak kepada Anggi hingga melakukan aksi nekat di depan keluarga. 

"Iya, jadi pas Nisfu Sya'ban itu mereka cekcok saja. Cekcok terus keluarlah kalimat talak dari pihak laki-laki. Dia ngambil pisau mau bunuh diri ceritanya di depan kita. Karena ibu saya histeris kan, langsung manggil polisi. Pas polisi datang dia kabur," ungkap Dian. 

Sekadar informasi, Anggi dan pelaku sempat pisah rumah setelah terjadi perceokcokan tersebut. Anggi memilih menetap di kontrakan tersebut sementara Fuad pindah tak jauh dari rumah korban. 

Namun, pelaku ternyata masih memantau aktivitas Anggi dari jauh sebelum akhirnya menghabisi nyawa korban pada Sabtu, 21 Maret lalu. 

Kini, pelaku telah diamankan oleh pihak Polda Metro Jaya di Tol Merak saat mencoba melarikan diri.
 

(kha)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement