JAKARTA - Pesulap Merah menanggapi sejumlah hujatan yang dilayangkan warganet kepada istri keduanya, Ratu Rizky Nabila, setelah go public sebagai pelaku poligami.
Lewat unggahannya di Instagram pada 12 Februari 2026, pria bernama asli Marcel Radhival itu tampak menjawab pertanyaan seorang warganet di akun TikTok istrinya.
"Benarkah kakak pelakor yang menyebabkan istri pertama depresi hingga meninggal dunia," tulis akun @mufista2. Pertanyaan itu sebenarnya sudah dijawab Ratu Rizky Nabila.
Dalam komentarnya, ibu satu anak itu menuliskan, "Jika asumsimu seperti itu, lalu apa yang kau harapkan?" Tak puas dengan jawaban itu, akun @dianarhma.3696 meminta sang selebgram untuk memberikan klarifikasinya.
Namun pertanyaan warganet tersebut, dijawab dengan tegas oleh Pesulap Merah lewat unggahannya tersebut. "Istri kedua saya BUKAN PELAKOR, apalagi PEMBUNUH," ujarnya.
Dari awal pernikahan, Pesulap Merah mengungkapkan, Ratu Rizky Nabila adalah perempuan baik yang tidak punya niat menjauhkan dirinya dari istri pertama.
"Bahkan, istri kedua saya punya prinsip, kalau sampai saya dan Rohimahalloh (almarhumah Tika Mega Lestari) bercerai, dia juga mau cerai," kata sang pesulap.
Ratu Rizky Nabila, menurut Pesulap Merah, selalu mengingatkan dirinya untuk merawat almarhumah Tika yang harus bolak-balik ke rumah sakit. Ratu bahkan menawarkan kulitnya untuk dicangkokkan ke almarhumah Tika saat operasi ketiga.
Namun karena keluarga almarhumah tidak mengabarkan jadwal operasi ketiga, maka keinginan istri keduanya itu tak pernah terealisasi.
Pesulap Merah juga menanggapi pernyataan mertuanya yang menyebut dirinya tidak pernah menemani sang istri saat sakit. Dia menegaskan, memang jarang menemani keluarga saat sakit.
"Jangankan istri saya, orangtua saya dirawat beberapa kali di rumah sakitpun saya tidak bisa menemeni karena harus kerja ke sana sini. Tapi ada kru saya yang menemani," katanya.
Pesulap Merah menyebut, lahir di keluarga kekurangan membuat dirinya menjadi tulang punggung keluarga sejak usia 16 tahun. Karena itu, jika dia tidak bekerja maka gerak tiga perusahaannya akan terhenti.
Meski tak pernah menemani, namun Pesulap Merah memastikan, semua kebutuhan istrinya, dari tempat tinggal, fisiologi, dan pakaian terpenuhi dengan baik.
"Hanya karena saya tidak bisa hadir 24 jam ketika Rohimahalloh sakit, langsung dituduh menelantarkan," ungkap Pesulap Merah.*
(SIS)