JAKARTA - Seto Mulyadi alias Kak Seto terseret dalam polemik buku Broken String yang menceritakan masa lalu kelam Aurelie Moeremans sebagai korban child grooming.
Warganet kemudian menguliti satu per satu 'karakter' yang ada dalam buku itu. Meski disamarkan, namun salah satu karakter yang disoroti dalam buku itu adalah Komnas Perlindungan Anak.
Publik kemudian mempertanyakan peran lembaga tersebut dalam menangani kasus sang aktris. Pada 2010, Sri Sunarti, ibu kandung Aurelie ternyata sempat melaporkan kejadian itu ke Komnas PA pimpinan Kak Seto.
Sayang, saat itu tak ada tindakan apapun dari Kak Seto. Jalan buntu meminta perlindungan akhirnya memaksa Sri membuka masalah yang telah ditutup rapat keluarganya dari publik itu ke media.
Hal itu membuat warganet ramai-ramai meluapkan kekecewaan mereka kepada Kak Seto. Terkait hal tersebut, pakar pemerhati anak tersebut kemudian memberikan klarifikasinya lewat Insta Story.
"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu," jelasnya.
Dia kemudian meminta semua pihak untuk menyikapi pemberitaan dengan kepala dingin, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru. Mengingat saat itu pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus tersebut.